A. Sejarah Berdirinya SMA Muhammadiyah Bangkinang
Serambi Mekkah itulah julukan Kabupaten Kampar, jargon dan gelar yang tepat buat Kabupaten ini, masyarakat mempunyai nilai-nilai religius yang sangat kuat khususnya agama Islam. Disamping itu, yang selalu didengungkan masyarakat Kampar adalah “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah”. Dengan demikian secara otomatis agama yang dianut oleh masyarakatnya adalah Ad-Dinul Islam.
Melihat kondisi diatas perlu diwujudkan sekolah yang bernuansa Islam, maka keluarlah ide-ide cemerlang yang lahir dari kader-kader Muhammadiyah yang memiliki banyak andil di tengah masyarakat Kabupaten Kampar, untuk mendirikan sekolah umum yang berwawasan keislaman, dan dakwah yang bergerak pada amal ma’ruf nahi mungkar.
Maka pada bulan Maret 1995 diadakan pertemuan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Kampar yang bertempat di kantor PDM Kampar , tepatnya di Jl. Mayor Ali Rasyid No. 19, dalam rangka pendirian SMA Muhammadiyah Bangkinang, yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang memiliki bekal duniawi dan ukhrawi.
Rapat diadakan sampai malam hari secara cepat yang di hadiri oleh Bapak Aliran S.Pd, Nasrun Aziz, Drs. Syamsul Kamar, dan Zulhermis, SH sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kampar, dan lain-lain. Dengan diadakan rapat beberapa kali sehingga menghasilkan kesepakatan bahwa segera didirikan SMA Muhammadiyah di Bangkinang dan ditetapkanlah Bapak Drs. Syamsul Kamar sebagai Kepala Sekolah yang pertama. Proses belajar mengajar pada awalnya menggunakan gedung Panti Asuhan Putra Muhammadiyah dengan memanfaatkan dua ruangan. Adapun ruangan pertama untuk majelis guru (kantor) dan ruangan yang kedua untuk siswa yang berjumlah 16 orang. Setelah dua tahun maka ditambah lagi lokal yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
selamat memasuki halaman SMA Muhammadiyah Bangkinang