Selasa, 14 Desember 2010

sejarah berdirinya sma muhammadiyah bangkinang


A. Sejarah Berdirinya SMA Muhammadiyah Bangkinang

Serambi Mekkah itulah julukan Kabupaten Kampar, jargon dan gelar yang tepat buat Kabupaten ini, masyarakat mempunyai nilai-nilai religius yang sangat kuat khususnya agama Islam. Disamping itu, yang selalu didengungkan masyarakat Kampar adalah      “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah”. Dengan demikian secara otomatis agama yang dianut oleh masyarakatnya adalah Ad-Dinul Islam.
Melihat kondisi diatas perlu diwujudkan sekolah yang bernuansa Islam, maka keluarlah ide-ide cemerlang yang lahir dari kader-kader Muhammadiyah yang memiliki banyak andil di tengah masyarakat Kabupaten Kampar, untuk mendirikan sekolah umum yang berwawasan keislaman, dan dakwah yang bergerak pada amal ma’ruf nahi mungkar.
Maka pada bulan Maret 1995 diadakan pertemuan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Kampar yang bertempat di kantor PDM Kampar , tepatnya di           Jl. Mayor Ali Rasyid No. 19, dalam rangka pendirian SMA Muhammadiyah Bangkinang, yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang memiliki bekal duniawi dan ukhrawi.
Rapat diadakan sampai malam hari secara cepat yang di hadiri oleh Bapak Aliran S.Pd, Nasrun Aziz, Drs. Syamsul Kamar, dan Zulhermis, SH sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kampar, dan lain-lain. Dengan diadakan rapat beberapa kali sehingga menghasilkan kesepakatan bahwa segera didirikan SMA Muhammadiyah di Bangkinang dan ditetapkanlah Bapak Drs. Syamsul Kamar sebagai Kepala Sekolah yang pertama. Proses belajar mengajar pada awalnya menggunakan gedung Panti Asuhan Putra Muhammadiyah dengan memanfaatkan dua ruangan. Adapun ruangan pertama untuk majelis guru (kantor) dan ruangan yang kedua untuk siswa yang berjumlah 16 orang. Setelah dua tahun maka ditambah lagi lokal yang lain.

1. Cara Perekrutan Murid dan Guru                      
Perekrutan murid dilakukan dengan cara terjun ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan sekolah SMA Muhammadiyah oleh Muballigh dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kampar, antara lain Nasrun, Aliran SPd, Drs.Syamsukamar, Drs.Yedi Sispurwanto, sempat mendirikan SMP Islam  yang murid pertamanya  cikal bakal menjadi murid pertama pada SMA Muhammadiyah Bangkinang sebanyak                           7 orang, selanjutnya untuk mencukupkan jumlah sebagai persyaratan berdirinya satu kelas, dicari murid dari jamaah Muhammadiyah yang berdomisili di Bangkinang. Untuk mendirikan SMA yang dimaksudkan,  seorang inisiator (Nasrun Aziz) berkorban menarik anaknya yang bernama Pebfriana yang sedang sekolah di SMA Negeri 2 Bangkinang untuk pindah ke SMA Muhammadiyah mencukupkan jumlah murid tersebut. Tahun berikutnya perekrutan murid dilakukan dengan cara membawa murid-murid terjun ke daerah-daerah untuk berdakwah, berkhutbah, mengaji, pertandingan olahraga dan berdialog ke ranting-ranting, sehingga tidaklah heran bahwa SMA Muhammadiyah berasal dari daerah-daerah yang jauh atau pelosok-pelosok seperti daerah transmigrasi, Pasir Pengaraian dan sebagainya.
Adapun perekrutan guru dilakukan dengan mengajak kader Muhammadiyah yang berdedikasi tinggi terhadap pendidikan Muhammadiyah untuk bergabung membina siswa seperti Drs. Syamsul Kamar, Drs. M. Yunus Amran, Armen Faindal, Drs. Amri Darwis, Hendra, S.Pd, Drs. Alyasir, Syarifuddin Samiun, S.Si  terkadang tidak diberi honor.
2.   Perkembangan SMA Muhammadiyah Bangkinang  
a. Periode Awal (1995 – 1999)
Tanggal 17 Juli 1995 dimulailah proses belajar mengajar ditempatkan di ruang gedung Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Bangkinang. Walaupun serba kekurangan, proses belajar mengajar tersebut tetap berlangsung dengan baik.
Selang waktu beberapa tahun berikutnya yaitu tahun 1999, gedung SMA Muhammadiyah Bangkinang telah dibangun sebanyak lima lokal dan satu unit kantor, tempatnya di Jl. Muhammadiyah di atas areal seluas 2,5 hektar. Maka siswa dipindahkan dari Panti Asuhan Putra Muhammadiyah ke gedung baru, di Jalan Muhammadiyah Desa Kumantan yang diwakafkan oleh masyarakat Kumantan yang pada masa itu Ketua RW - nya Bapak Bukhari. Beliau menyerahkan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kampar melalui Majelis Dikdasmen Muhammadiyah pada waktu itu dipimpin oleh     Drs. H. Bustami Jali.
Dimasa kepemimpinan Drs. Syamsul Kamar jumlah siswa terus bertambah, sehingga jumlah siswa ketika itu sekitar 80 orang. Periode ini merupakan periode perdana yang menamatkan siswa seratus persen dan juga ada beberapa siswa diundang dan mendapat beasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada masa ini pendanaan diperoleh dari donatur-donatur dan SPP siswa.

DATA BANGUNAN SEKOLAH PERIODE PERTAMA
No.
Nama Bangunan
Jumlah
Sumber Dana
Tahun
1
2
3
Ruang Kelas
Kantor
Ruang Kelas
3
1
2
Pemerintah
Swadaya
Pemerintah
1997
1997
1998

Pada periode ini dua orang siswa menjadi siswa undangan sekaligus beasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.
      b. Periode Kedua (1999-2003)
Periode ini SMA Muhammadiyah Bangkinang di pimpin oleh Syarippudin Samiun, jumlah siswa mencapai 205 orang sehingga bangunan ditambah sebanyak satu unit (dua lokal) yaitu gedung yang terletak di sebelah selatan. Prestasi demi prestasi diraih dalam bidang akademik, seperti juara 3 (tiga) Olimpiade Fisika Tk Kab.Kampar , juara 2 (dua) Olimpiade Biologi se-Kab. Kampar. Di bidang minat dan bakat siswa SMA Muhammadiyah juga telah melihatkan prestasinya, diantaranya juara satu lompat tinggi tingkat Propinsi Riau. Beberapa sisiwa SMA Muhammadiyah juga menjadi siswa undangan di Universitas Riau pada Fakultas MIPA, Kedokteran dan lain-lain. Periode ini Syarippudin Samiun hanya menjabat selama 4 tahun 6 bulan dan mengundurkan diri karena aktif di partai politik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

selamat memasuki halaman SMA Muhammadiyah Bangkinang